jump to navigation

February 6, 2010

Posted by anomsblg in Uncategorized.
trackback

Mengatasi Si Pengganggu Tidur

Mengigau merupakan salah satu gangguan tidur, yang sering dialami seseorang. Mengigau atau juga disebut “ngelindur” ditandai dengan seseorang terbangun di tengah malam, kemudian melakukan beberapa hal. Bisa jadi ia sekedar berbicara sendiri, berjalan menuju ke suatu tempat, tetapi yang lebih parah seseorang membawa berbagai benda tumpul maupun tajam.

TIDUR termasuk kegiatan rutin yang tak terelakan namun menyenangkan. Dengan tidur, kondisi tubuh dapat kembali fit, otot-otot relaks, dan metabolisme lancar. Saat segala rutinitas dan kerumitan menumpuk seharian, kita akan merindukan bantal, kasur, dan guling empuk.

Namun, ada kalanya di tengah-tengah pulasnya tidur, seseorang malah mengigau. Mengigau merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami seseorang. Mengigau atau juga disebut ngelindur, ditandai dengan seseorang terbangun di tengah malam, kemudian melakukan beberapa hal. Bisa jadi ia hanya sekadar bicara sendiri, berjalan menuju ke suatu tempat, tetapi yang lebih parah seseorang membawa berbagai benda tumpul maupun tajam.

Masalah psikologis

Mengigau termasuk dalam kelompok gangguan tidur parasomnia, terwujud dalam mimpi yang hidup dan aktivitas fisik yang terjadi selama tidur.  Mengigau terdiri dari tiga jenis, somnabulism, sumniloquy, dan night terror.

Somnabulism terjadi ketika seseorang sering kali berjalan saat tidurnya. Penderita gangguan ini tidak akan mengingat apa yang telah dilakukannya, apa yang dikatakan saat dia tertidur.

Sumniloquy, biasa juga disebut sleeptalking, yaitu kebiasaan berbicara waktu tidur baik terucap kata-kata, yang jelas atau hanya gumaman tidak jelas. Hal ini, disebabkan kadang kala oleh keadaan emosial-psikologi, panas tubuh/ demam yang tinggi, stres, atau posisi tidur yang terganggu.

Sedangkan night terror, yaitu kondisi ketika seseorang tiba-tiba terbangun tengah malam, dengan menangis histeris dan pandangan yang mengarah ke satu titik, seolah-olah takut akan sesuatu yang tak terlihat oleh kita. Orang tersebut sama sekali tidak merespons dan merasakan kehadiran orang lain di sekitarnya. Kejadian ini bisa berlangsung 5 – 15 menit.

Tahap kenyenyakan

Dalam sehari, seseorang membutuhkan waktu tidur selama 6-8 jam. Ketika tidur malam, seseorang menjalani proses REM (rapid eye movement) dan NREM (non rapid eye movement). Periode REM merupakan batas antara tidur dan terjaga. Dengan demikian, seseorang masih belum tertidur nyenyak.

Waktu yang diperlukan untuk mencapai proses tidur rata-rata butuh 10-15 menit dengan rebahan di tempat tidur. Jika melebihi waktu tersebut, orang itu biasanya mengaku sulit tidur.

Saat REM, mata dan anggota tubuh lainnya tidak istirahat. Dengan demikian, tidur tidak nyenyak dan gelisah. Selain itu, mudah terbangun dan sering bermimpi. Denyut jantung dan pernapasan tidak teratur. Nah, pada tahap inilah mengigau dan tindihen sering terjadi.

Sedangkan proses NREM merupakan siklus tidur yang begitu nyenyak. Dengan demikian, nyaris tidak mengingat apa pun, termasuk mimpi. Pada proses tersebut, terdapat empat tahap kenyenyakan. Tahap ke-3 dan ke-4 merupakan siklus tidur yang benar-benar nyenyak.

Dalam waktu tidur delapan jam, seseorang akan berkali-kali mengalami tahap kenyenyakan. Jadi, bukan berarti ketika sudah memasuki tahap ke-3 dan ke-4 akan terus berlangsung hingga pagi.

Mengigau terjadi biasanya saat fase tidur dangkal, atau kadang pada fase tidur mimpi (tidur REM).

Biasanya manusia akan mengingat dan memimpikan, saat-saat mereka sedang bekerja atau beraktivitas atau malah kata yang terucap tidak berhubungan dengan apa yang diimpikannya.

Jaga dan awasi

Tidak ada diagnosis spesifik yang dapat dilakukan terhadap kelainan ini. Namun, biasanya dokter mungkin akan melakukan tes, seperti studi mengenai tidur atau perekaman saat tidur (polysomnogram), jika terdapat kelainan pada tidur. Terutama, mencari penyebab utama masalah tidur itu muncul. Kalau masalah utama karena pikiran yang terlalu berat, tinjauan medis akan terfokus pada perbaikan kondisi kesehatan psikologis tersebut.

Secara medis, menghilangkan mengigau tidak memiliki standar cara pengobatan yang baku. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh penderita, seperti porsi dan kualitas tidur yang kurang. Sedangkan terapi yang dapat dilakukan seperti psikoterapi, relaksasi, hipnotis, dan meditasi.

Jika terdapat anggota keluarga yang mengalami gangguan tidur mengigau, sikap terbaik yang perlu kita lakukan adalah memberi perhatian dan pengawasan. Untuk menjaga dari bahaya, sebaiknya kamar penderita mengigau didesain seminimal mungkin dan hindarkan dari barang-barang yang mudah pecah dan tajam.

Usahakan untuk mengunci rapat semua pintu dan jendela, saat bersiap untuk tidur dan sebaiknya menaruh kunci-kunci yang sedikit susah untuk dijangkau. Karena, biasanya penderita dapat mengenali pintu dan jalan-jalan dalam rumah.

Bagaimana cara menghindari atau bahkan menguranginya, sejauh ini belum diketahui upaya yang tepat untuk menghilangkan kelainan pada tidur ini. Namun, Anda bisa mencobanya dengan menghindari stres dan menjaga waktu tidur yang cukup. Dengan menjaga pola tidur, akan mendapatkan tidur yang nyaman dan terbebas dari hal-hal yang mengganggu tidur.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • %d bloggers like this: